Kerinduan
Sepertinya sudah 6 bulan berlalu sejak Papa aku dipanggil Tuhan.Rindu itu kata ku dalam hati jika sedang melamun sambil mengingat masa ku kecil hingga dewasa bersamanya.Memang kami tidak sedekat itu tapi kami selalu merindukan satu sama lain saat sedang berjauhan.Aneh memang.
Saat Papa masih ada hanya cerita menyebalkan yang aku punya.Menurutku Beliau tipe orang tua yang kaku,merasa dirinya paling benar dan selalu ingin ikut campur dalam semua permasalahan ku.Menurutnya mungkin aku ini masih menjadi boneka kesayangannya yang bisa dia atur segala gerak nafasnya.Atau mungkin itu cara Beliau mengekspresikan Cinta nya kepadaku?Entah lah waktu itu aku tidak memikirkan sampai sejauh itu.
Yang aku tau Beliau selalu membebaskanku tapi tetap harus bertanggung jawab dalam segala keputusanku.Tapi tidak jarang setiap keputusanku selalu disalahkan khususnya untuk hal “Percintaan”.Sepertinya aku salah memilih pasangan hidup yang membuat Beliau meledak ledak ga bisa kontrol emosinya.
Aku pernah memilih seseorang yang aku anggap terbaik tapi itu tidak menurut Papa.Sampai suatu waktu kita ribut gara2 masalah pilihan yang salah menurut Beliau.Eh bener juga setelah 5tahun berlalu pasangan yang aku pilih akhirnya pergi menghilang ga ketemu batang idung nya sekarang dimana ,wkwkwkwkwkwk.
Eh bukan berarti aku masih merindukannya ya,Cuma aku merasa kenapa ga dari awal ak coba mendengarkan apa katanya.Ya karena menurutku Beliau menyebalkan ga bisa ngertiin perasaanku.Menurutku hanya pasanganku yang mengerti aku.Mungkin itu terjadi karena Aku dan Papa tidak ada bonding atau mungkin kami terlalu gengsi untuk mengakui kalau kami saling membutuhkan.
Diantara Papa dan Mama aku tidak bisa memilih.Untuk masalah ke random an hidupku selalu mama yang paling tau.Tapi untuk berdiskusi hal berat selalu dengan Papa ku.
Aku keluar dari rumah semenjak umur 15 tahun.Aku sudah mulai tidak pulang rumah karena sekolah SMK ku yang jauh dari rumah.sekitar 30km dan pada tahun segitu masih sulit transportasi dan juga tidak ada Hp.Padahal itu juga bukan tahun jebot dibawah tahun 2000.Tapi kok rasanya apa2 sulit dijangkau,hahahaha.
Aku masih mengingat sekolahku yang jaraknya jauh itu aku tempuh dengan naik Bis umum di jam 3 pagi.Karena sekolahku ada apel pagi di jam 6.30 karena memakai sistem semi militer.Berasa keren aja dengan sekolah apel pagi.Dan bisa dipastikan aku orang pertama yang datang di sekolah,wkwkwkwkwk.Walaupun yang pertama datang tukang kebun sih karena beliau tinggal disekolah .Maksudnya aku murid pertama yang datang.
Karena jauhnya jarak sekolah aku terkadang jarang pulang.Menumpang nginep dirumah teman2ku.Untung punya teman2 yang super super baik.Jadi ada 3 teman yang pasti aku keliling in untuk berganti hari numpang tidur.Duh pokoknya rejeki melimpah untuk mereka dan keluarga mereka.
Dari situ aku sudah jarang dirumah ditambah setelah itu kerja di kota makin jarang pulang lah aku karena kost.Kalau sekarang dengan jarak segitu mungkin bisa PP karena sudah ada gojek,kereta bandara yang lewat belakang rumahku,hp,dan transportasi umum lainnya juga sudah banyak.
Sebenarnya hari ini aku merindukan nya.Mengingat semua kembali waktu yang Papa korbankan untuk membuat hidupku menjadi lebih baik dari dirinya.Cuma sayangnya disaat aku sudah full power berdiri dengan kaki ku sendiri Beliau sudah pergi.
Memang manusia ada masanya,dan masa untuk papa ku ya memang hanya segitu.Setelah kepergiannya baru terbuka ternyata semasa hidupnya full pengorbanan untuk anaknya.Cuma karena rasa gengsi terlalu besar jadi menurut ku Papa menyebalkan.wkwkwkwkwkk
Aku percaya Tuhan Yesus baik dan membawa Papaku ditempat yang paling indah.Cuma sebagai manusia aku masih ingin menunjukkan tentang semua pekerjaan ku,semua rutinitas ku.Intinya mau pamer sama Papa tapi sayang sudah ga bisa.Kalau aku rindu padanya aku coba titipkan salam melalui Tuhan.Karena aku tau Tuhan akan sampaikan ,hehehe.
Tapi kali ini aku benar benar merindukannya.Masih mau berdebat bareng nih.hahahahhaa
Komentar
Posting Komentar